Seorang teman pernah bertanya: “Apa rahasianya supaya dapat senang membaca?”. Pertanyaan tersebut, jujur saja, sangat sulit untuk dijawab. Masalahnya karena saya tidak memiliki “resep” jitu apapun yang membuat saya menggemari bacaan buku berjilid-jilid. Saya sendiri tidak pernah tahu apa yang mendorong saya senang membaca banyak hal.

images

Mungkin dulu karena saya menyukai subjek Geografi yang merangsang saya untuk mengetahui dunia. Mungkin karena faktor buku-buku agama yang membuat saya penasaran dengan dunia beyond physical world. Mungkin juga karena pengaruh komik dan buku cerita lainnya yang dibeli oleh orang tua saya. Ayah saya jarang sekali membelikan saya mainan. Satu-satunya hiburan yang diperbolehkan adalah komik dan buku cerita. Atau mungkin karena pengaruh orang tua saya yang juga senang membaca. Tidak ada satu titik terang yang dapat menjelaskan kenapa saya suka membaca. Yang jelas, sekarang, keinginan untuk membaca itu datang secara alamiah. Tanpa rangsangan apapun.

Namun jika dilihat kebelakang, hobi membaca itu sudah muncul sejak saya duduk di bangku sekolah dasar (SD). Saya masih ingat pada suatu hari saya membongkar buku-buku lama yang sudah lama disimpan. Buku tersebut adalah buku pelajaran Geografi anak kelas 6 SD (Waktu itu saya masih kelas 4). Buku tersebut membuka wawasan saya tentang wilayah dan negara lain. Untuk seorang seorang anak kecil yang senang bermimpi, pengetahuan geografis tentu saja membantu memperkaya imajinasi.

Namun itu hanyalah permulaan. Titik balik terjadi ketika saya bergaul dengan  teman-teman dan dapat memamerkan pengetahuan baru saya (Maklum anak kecil). Pengetahuan yang lebih tentunya menuai pujian. Pujian menaikan ego. Hasilnya, saya semakin haus untuk membaca. One way leads to another. Dari Geografi akhirnya merambat ke bidang ilmu-ilmu lainnya. Terkadang, pujian adalah metode yang ampuh untuk merubah perilaku anak menjadi positif.

Tapi jika dipikir lagi, hal itu bukan satu-satunya faktor yang mendorong saya menyukai hobi membaca. Ada banyak faktor lain yang juga turut berkontribusi. Seperti ketika saya tinggal di pelosok pedesaan yang jauh dari hiburan, dan hanya berteman dengan buku bacaan.

Bagi mereka yang hobi membaca pasti tahu, curiosity seringkali mendorong kita untuk membaca banyak hal lebih dalam lagi. Dari topik A menjalar ke B, C sampai ke Z. Saran saya, jika penasaran tentang sesuatu, maka jangan berhenti di satu titik saja. Cobalah untuk merambah hal – hal lain yang berkaitan dengan titik tersebut. Hal ini tentunya hanya berlaku bagi mereka yang sudah punya hobi membaca dan ingin lebih melebarkan wawasannya. Bagi orang dewasa yang masih struggling supaya dapat gemar tentunya lain lagi. Saran saya mungkin dapat dimulai dengan membaca apa saja yang membuat anda tertarik. Siapa tahu hal tersebut menjadi kebiasaan.